Jumat, 02 Januari 2015



1.       Apa Makna Hidup buat kamu?
Perjuangan itulah makna hidup bagi saya. Dulu suatu ketika ada orang yang pernah bilang sama saya, “ Teruslah Berjuang untuk Hidupmu”, saya heran dan bingung kenapa ada orang lain yang bilang seperti itu. Ternyata memang benar, karena sampai sekarang ini perjuangan hidup yang saya jalani tidak ada ujungnya. Sejak Ayah saya tidak lagi bekerja di pabrik dan Ibu saya hanya pedagang kecil-kecilan di pasar, sejak saat itulah hidup saya penuh dengan perjuangan. Mulai dari setelah selesai mengikuti UAN besoknya saya harus bekerja untuk biaya pengambilan ijazah, melakukan pekerjaan serabutan dari pagi sampai malam, paginya bekerja di pabrik, dan malamnya saya harus bekerja di toko pakaian, saat itu hidup saya hanya diisi dengan kerja dan kerja, dan hanya memikirkan bagaimana cari uang yang banyak, agar setidaknya hidup saya sedikit lebih baik.
Lebih kurang selama 2 tahun hidup saya hanya diisi dengan bekerja. Rasanya hidup saya itu sudah diprogram sejak awal untuk bekerja terus dan membuat saya merasa begitu marah. Apakah mungkin satu-satunya yang diijinkan surga pada saya adalah SURGA KERJA SEPANJANG WAKTU. Seiring berjalannya waktu terbesit di pikiran saya, kenapa tidak melanjutkan kuliah saja? Setidaknya setelah lulus nanti saya bisa bekerja di dalam ruangan ber-AC dan tidak lagi kerja sebagai buruh. Lalu saya minta ijin pada orang tua untuk bisa melanjutkan kuliah dan saya sendiri yang akan bertanggung jawab atas biaya kuliah nanti.
Dan sekarang ini kehidupan saya sedikit berubah walaupun masih didominasi oleh pekerjaan, pagi sebagai pelayan rumah makan, siangnya jadi mahasiswi, dan malamnya kembali lagi jadi pelayan dan kegiatan kuliah sambil kerja itu saya lakukan dari jam 8 pagi- 10 malam.
Itulah mengapa PERJUANGAN menjadi makna hidup bagi saya, saya tidak tahu sampai kapan saya harus hidup seperti ini, saya hanya bisa berdo’a semoga masih tersisa satu SURGA KESUKSESAN untuk saya. Amin ya Rabb.
2.       Akan dijadikan apa hidupmu?
Kalau saya ditanya akan dijadikan apa hidupmu? Jujur terkadang saya masih belum tahu kedepannya akan seperti apa? Karena saya hanya berfikir biarkan kehidupan ini seperti air mengalir.
Jujur saya belum berani untuk bermimpi mendirikan suatu usaha dan menjadi pengusaha yang sukses. Mungkin kebanyakan dari teman-teman setelah lulus nanti ingin bekerja dulu cari modal untuk mendirikan suatu usaha lalu menjadi pengusaha yang sukses.
Namun tidak demikian dengan saya. Saya sudah bosan bekerja terus. Karena sudah bosan bekerja lalu saya berani mempunyai mimpi ingin melanjutkan kuliah S2 saya ke luar negri. Tidak tahu kenapa saya berani mempunyai mimpi seperti itu, padahal untuk biaya kuliah S1 itupun saya harus banting tulang pagi dan malam.
“Melanjutkna kuliah S2 di luar negri” suatu mimpi yang saya jadikan tantangan hidup bagi saya. Apakah kedepannya nanti bisa terwujud atau tidak, Allahu alam. Yang terpenting sekarang ini saya akan berjuang keras bagaimanapun caranya untuk merubah mimpi itu jadi kenyataan. Semoga Allah selalu ada dalam setiap langkah hidup yang saya tempuh.
Jadi kalau saya ditanya lagi “Akan dijadikan apa hidupmu?” saya sudah mempunyai jawaban yaitu mewujudkan mimpi itu, menikah dengan jodoh saya, dan menjalani hidup dengan bahagia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar