1. Apa Makna Hidup buat kamu?
Perjuangan itulah makna hidup bagi saya. Dulu suatu ketika ada orang
yang pernah bilang sama saya, “ Teruslah Berjuang untuk Hidupmu”, saya heran
dan bingung kenapa ada orang lain yang bilang seperti itu. Ternyata memang
benar, karena sampai sekarang ini perjuangan hidup yang saya jalani tidak ada
ujungnya. Sejak Ayah saya tidak lagi bekerja di pabrik dan Ibu saya hanya
pedagang kecil-kecilan di pasar, sejak saat itulah hidup saya penuh dengan
perjuangan. Mulai dari setelah selesai mengikuti UAN besoknya saya harus
bekerja untuk biaya pengambilan ijazah, melakukan pekerjaan serabutan dari pagi
sampai malam, paginya bekerja di pabrik, dan malamnya saya harus bekerja di
toko pakaian, saat itu hidup saya hanya diisi dengan kerja dan kerja, dan hanya
memikirkan bagaimana cari uang yang banyak, agar setidaknya hidup saya sedikit
lebih baik.
Lebih kurang selama 2 tahun hidup saya hanya diisi dengan bekerja.
Rasanya hidup saya itu sudah diprogram sejak awal untuk bekerja terus dan
membuat saya merasa begitu marah. Apakah mungkin satu-satunya yang diijinkan
surga pada saya adalah SURGA KERJA SEPANJANG WAKTU. Seiring berjalannya waktu
terbesit di pikiran saya, kenapa tidak melanjutkan kuliah saja? Setidaknya
setelah lulus nanti saya bisa bekerja di dalam ruangan ber-AC dan tidak lagi
kerja sebagai buruh. Lalu saya minta ijin pada orang tua untuk bisa melanjutkan
kuliah dan saya sendiri yang akan bertanggung jawab atas biaya kuliah nanti.
Dan sekarang ini kehidupan saya sedikit berubah walaupun masih
didominasi oleh pekerjaan, pagi sebagai pelayan rumah makan, siangnya jadi
mahasiswi, dan malamnya kembali lagi jadi pelayan dan kegiatan kuliah sambil
kerja itu saya lakukan dari jam 8 pagi- 10 malam.
Itulah mengapa PERJUANGAN menjadi makna hidup bagi saya, saya tidak
tahu sampai kapan saya harus hidup seperti ini, saya hanya bisa berdo’a semoga
masih tersisa satu SURGA KESUKSESAN untuk saya. Amin ya Rabb.
2.
Akan dijadikan apa hidupmu?
Kalau saya ditanya akan dijadikan apa hidupmu? Jujur terkadang saya
masih belum tahu kedepannya akan seperti apa? Karena saya hanya berfikir
biarkan kehidupan ini seperti air mengalir.
Jujur saya belum berani untuk bermimpi mendirikan suatu usaha dan menjadi
pengusaha yang sukses. Mungkin kebanyakan dari teman-teman setelah lulus nanti
ingin bekerja dulu cari modal untuk mendirikan suatu usaha lalu menjadi
pengusaha yang sukses.
Namun tidak demikian dengan saya. Saya sudah bosan bekerja terus.
Karena sudah bosan bekerja lalu saya berani mempunyai mimpi ingin melanjutkan
kuliah S2 saya ke luar negri. Tidak tahu kenapa saya berani mempunyai mimpi
seperti itu, padahal untuk biaya kuliah S1 itupun saya harus banting tulang
pagi dan malam.
“Melanjutkna kuliah S2 di luar negri” suatu mimpi yang saya jadikan
tantangan hidup bagi saya. Apakah kedepannya nanti bisa terwujud atau tidak,
Allahu alam. Yang terpenting sekarang ini saya akan berjuang keras bagaimanapun
caranya untuk merubah mimpi itu jadi kenyataan. Semoga Allah selalu ada dalam
setiap langkah hidup yang saya tempuh.
Jadi kalau saya ditanya lagi “Akan dijadikan apa hidupmu?” saya sudah
mempunyai jawaban yaitu mewujudkan mimpi itu, menikah dengan jodoh saya, dan
menjalani hidup dengan bahagia.